EcoBALL Dapatkan laptop hanya dengan 99ribu rupiah

Kembali ke Pancasila hanya Onani Wacana

“Saya kira wacana kembali ke pancasila saat ini hanya sebuah wacana yg imaginatif.”
“jika pemerintah mewacanakan masyarakat untuk kembali kepada pancasila, apa mampukah pemerintah sendiri mengubah kebijakan ekonominya yg sekarang untuk kembali lagi ke ekonomi seperti yg di rumuskan berdasarkan nilai-nilai pancasila?”
dalam kehidupan sosial dan politik pemerintah sendiri sudah mengabaikan nilai-nilai pancasila yg sebagai mana mestinya. seperti halnya dalam sektor ekonomi.
pemerintah lebih memilih mengekor pada ideologi kapitalis dengan neoliberalism dalam kebijakan ekonominya. seperti yg kita ketahui bersama ideologi ini jelas sangat tidak relevan dengan ideologi pancasila.
sedikit kutipan mengenai rumusan Sistem ekonomi Pancasila itu sendiri;
-Perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral
-Ada kehendak masyarkaat untuk mewujudkan pemerataan sosial ekonomi
-Nasionalisme selalu menjiawi kebijaksanaan ekonomi
-Koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional
Ada keseimbangan antara sentralisme dan desentralisme dalam kebijaksanaan ekonomi. SEP tidak liberal-kapitalistik, juga bukan sistem ekonomi yang etastik. Meskipun demikian sistem pasar tetap mewarnai kehidupan perekonomian (Mubyarto, 1988).
dari sini saja kita pasti bisa melihat perbedaan yg sangat signifikan antara kebijakan ekonomi yg saat ini di terapkan oleh pemerintahan SBY sekarang dengan nilai2 dasar pancasila itu sendiri.
seperti yg sikap skeptis saya terhadap wacana yg mulai di bangun untuk kembali kepada Pancasila saya kira itu hanya sekedar “onani wacana” saja. atau kata lainnya wacana tinggal wacana, atau wacana yg imajinatif.
dari sistem kebijakan seperti ini saja sudah mengindikasikan bahwa pemerintah sendiri sudah meninggalkan pancasila. nilai2 yg harus diamalkan berdasarkan pencasila terlalu luas untuk di kaji, tidak hanya dalam nilai2 sosial saja. jika dalam ekonomi pemerintah tidak menerapkan pancasila kemudian menuntut masyarakatnya mengamalkan pancasila bagaimana bisa?  karena dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sendiri masyarakat menjalankan kehidupan sosialnya berdasarkan sistem atas kebijakan pemerintah itu sendiri.
begitu juga dalam tata nilai sosial masyarakat, pemerintah sendiri seakan tak berdaya atas gempuran nilai2 liberalitas yg justru membuat masyarakat ini terpisahkan oleh nilai pancasila.
yg jelas sangat lah berbeda antara nilai-nila liberal dan nilai dasar pancasila. meskipun sama2 menganut asas demokrasi.  nilai dasar pancasila itu sendiri di bangun atas nilai-nilai agama. seperti dalam amanat pembukaan UUD45  sendiri disampaikan bahwa kemerdekaan indonesia itu sendiri atas berkat rahmat Allah yg maha kuasa, dan dalam point pertama pancasila yg pertama menyatakan bahwa Ketuhanan yg maha esa. ini sudah menyatakan bahwa berdirinya NKRI ini tidak bisa terlepas dari nilai-nilai agama dari agama2 yg di anut oleh bangsa indonesia sendiri. sehingga slogan bhineka tunggal ikalah yg menjadi slogan pemersatu atas perbedaan2 itu, baik suku, agama, ras,etnis dan budaya.
Pasca reformasi negeri ini bak sebuah muara bagi semua ideologi dan pemikiran yg lambat laun justru bertolak belakang dengan ideologi pancasila itu sendiri. Mulai dari fundamentalis hingga liberalis. Semua saling berperan dalam membentuk cara berfikir bangsa ini.  apresiasi dari ideologi2 tersebut sudah sangat mempengaruhi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. pancasila dan nilai2 dasarnya sudah di tinggalkan bahkan pendidikannya dan realisasinya dalam dunia akademis-pun mulai ditiadakan entah berawal dari mana dan kapan hal itu terjadi.
masing2 individu baik itu kelompok masyarakat hingga kalangan pejabat pemerintahan mengapresiasikan pemikiran2nya dari ideologi2 yg mereka pahami dalam realitas kehidupan mereka masing2.
masing-masing membentuk golongan2 dan kelompok2 sendiri-sendiri demi untuk mengkampanyekan ideologi2 yg mereka yakini  dan berusaha untuk mewabahi pikiran dan keyakinan masyarakat atas ideologi tersebut.
seperti halnya masing2 individu dalam pemerintahan dengan kekuasaannya menerapkan ideologinya dalam kebijakan2 yg di ambil dan dibuat serta di terapkan ke masyarakat yg mengabaikan nilai2 pancasila. begitu juga dalam lingkungan sosial masyarakat dengan cara dan tatanan hidup yg juga semakin mengabaikan nilai2 pancasila. terbukti dengan eksisnya kelompok2 kiri dan kanan. findamentalis, radikal dan liberal.
semuanya saling bersaing dan mengikis serta mengaburkan nilai2 pancasila yg menjadi pengikat perbedaan dan pemersatu bangsa.

http://politik.kompasiana.com/2011/05/26/kembali-ke-pancasila-hanya-onani-wacana/