BANDUNG: Sejumlah analis memrediksikan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat masih akan berlanjut seiring gejolak ekonomi yang terjadi di benua tersebut dan Eropa serta harga emas dunia yang terus merangkak naik.
Nico Omer Jonckheere, Vice President Research and Analyst of Valbury Asia Futures mengatakan pergerakan dolar AS dan harga emas dunia selalu berbanding terbalik, ketika harga komoditas tersebut menguat secara otomatis mata uang negara Paman Sam itu terpangkas.
“Harga emas telah menguat selama beberapa tahun berturut-turut terhadap dolar AS. Bahkan, dolar telah melemah 80% terhadap emas dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, dan diprediksikan terus melemah,” katanya, kemarin.
Dia mengatakan dalam kurun waktu 18 bulan pada Juli 1978, harga emas melesat dari US$185 menjadi US$850 per ounce. Harga tersebut setara dengan US$2.400 per ounce pada masa sekarang. Penaikan harga yang terjadi saat ini akan mendorong harga emas ke level tertinggi lebih dari US$5.000 per ounce.
http://www.bisnis.com/market/valas/35407-perlemahan-dolar-as-diprediksi-berlanjut