JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Muhamadiyah Jakarta, Sumarno, mengatakan permintaan Ruhut Sitompul agar Andi Nurpati dinonaktifkan (baca di sini)merupakan ungkapan rasa sakit hati.
Sebab, posisi Ruhut yang sebelumnya kerap mengaku sebagai juru bicara Demokrat digusur oleh Nurpati. Secara resmi, Ruhut menjabat Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika, sementara Nurpati menduduki Ketua Divisi Komunikasi Publik.
“Di sini terlihat rasa sakit hati Ruhut, karena Andi dirasa telah merebut kavling sebagai Jubir Demokrat," katanya saat dihubungi okezone, Rabu (29/6/2011).
Selain itu, Ruhut juga sakit hati atas pencopotan Muhammad Nazaruddin dari bendahara umum partai yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan. Oleh kubu Ruhut, kata Sumarno, tindakan ini dibalas dengan membuka kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi yang menyeret nama Nurpati.
“Saya kira itu pemanfaatan atas ketidaksenangan orang-orang tertentu terhadap Andi Nurpati," ujarnya.
Sumarno menambahkan, rentetan kasus tersebut berkontribusi terhadap rusaknya citra Demokrat sebagai partai bersih. Namun, kata dia, sebagai partai penguasa yang terpenting bukan hanya membersihkan citra, Demokrat sudah semestinya mendorong penegak hukum agar menuntaskan kasus Nazaruddin dan Nurpati.
(abe)
http://news.okezone.com/read/2011/06/29/339/473842/minta-nurpati-dinonaktifkan-ruhut-dinilai-sakit-hati