VIVAnews - Tidak kunjung selesainya persoalan kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games, yang melibatkan dua kader Demokrat, Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin serta beberapa anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah, Ade Raharja, dan Johan Budi dinilai sebagai bukti adanya saling sandra menyandar antara Partai Demokrat dan KPK.
“Persoalan ini menjadi jelas ketika Nazaruddin belum juga pulang dan tidak juga diketahui keberadaannnya oleh KPK dan Polisi. Ada dugaan kuat terjadinya upaya saling sandera antara KPK dan Partai Demokrat,” ujar Direktur KPK Watch Yusuf Sahide kepada VIVAnews.com, usai mengadiri diskusi “Pertaruhan Kredibilitas KPK” di Jakarta, Sabtu, 6 agustus 2010.
JADILAH SUBSCRIBER KAMI, SEBAGAI IMBALANNYA KAMI AKAN BERIKAN KOMISI SEBESAR 3-15 JUTA PERMINGGU, HANYA 200 ORANG SAJA.
KLIK LINK DIBAWAH INI.
http://www.penasaran.net/?ref=4y5mkt
catatan: pendaftaran, gunakan laptop atau komputer agar hasil maksimal.