Hukum & Kriminal / Selasa, 28 Juni 2011 11:56 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Putri mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsyad Sanusi, Neshawati, membantah ikut serta membuat konsep putusan palsu Mahkamah Konstitusi terkait mantan calon anggota legislatif Daerah Pemilihan I Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Hanura, Dewi Yasin Limpo. Ia menjelaskan perkenalannya dengan bekas staf administrasi MK, Mashuri Hasan, di pusat perbelanjaan di Jakarta terjadi ketika menemani keponakannya, Rara, memperbaiki BlackBerry.
"Saya tidak tahu sama sekali. Apa dan bagaimana suratnya saya juga tidak tahu," kata Neshawati saat memberi keterangan di Panja Mafia Pemilu 2009 Komisi II di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (28/6).
Neshawati membantah telah menelepon agar datang ke apartemen ayahnya untuk membicarakan konsep surat keputusan MK. "Saya enggak pernah ketemu di apartemen," ujar Neshawati.
Ditanya hubungannya dengan Dewi Yasin Limpo, Neshawati mengaku kenal sudah lama ketika Ayahnya bekerja di Pengadilan Tinggi Makassar. Dia mengaku tak pernah dihubungi Dewi untuk membicarakan kursi di DPR. "Enggak ada," kilahnya.
Sebelumnya, Djanedjri M. Gaffar Staf mengatakan , Juru Panggil MK, Mashuri Hasan datang ke kediaman Arsyad pada 16 Agustus 2009. Sebelumnya, Hasan ditelepon oleh putri Arsyad bernama Neshawati. Namun, Neshawati membantah semua tudingan Djanedjri dan Ketua MK Mahfud Md. (Andhini)
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/06/28/56136/Putri-Arsyad-Bantah-Ikut-Buat-Konsep-Surat-Palsu-MK
"Saya tidak tahu sama sekali. Apa dan bagaimana suratnya saya juga tidak tahu," kata Neshawati saat memberi keterangan di Panja Mafia Pemilu 2009 Komisi II di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (28/6).
Neshawati membantah telah menelepon agar datang ke apartemen ayahnya untuk membicarakan konsep surat keputusan MK. "Saya enggak pernah ketemu di apartemen," ujar Neshawati.
Ditanya hubungannya dengan Dewi Yasin Limpo, Neshawati mengaku kenal sudah lama ketika Ayahnya bekerja di Pengadilan Tinggi Makassar. Dia mengaku tak pernah dihubungi Dewi untuk membicarakan kursi di DPR. "Enggak ada," kilahnya.
Sebelumnya, Djanedjri M. Gaffar Staf mengatakan , Juru Panggil MK, Mashuri Hasan datang ke kediaman Arsyad pada 16 Agustus 2009. Sebelumnya, Hasan ditelepon oleh putri Arsyad bernama Neshawati. Namun, Neshawati membantah semua tudingan Djanedjri dan Ketua MK Mahfud Md. (Andhini)
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/06/28/56136/Putri-Arsyad-Bantah-Ikut-Buat-Konsep-Surat-Palsu-MK